Image & Snippet

Bencana Di Negeri Ku


A
pakah sudah suratan takdir nasib negeriku
selalu dijarah dan dihantam bencana sejak dahulu Hukum karma apa yang telah
berlaku Hingga badai krisis menerjang sepanjang waktu

Di tanah leluhurku manakah selamat dari krisis baik Krisis ekonomi krisis moral krisis rasa kasih sayang Orang miskin tumpah
ruah ibu pertiwi meringis Hingga anak-anak negeri saban hari meradang

D
i belahan mana negeri ini bebas bencana
Bencana alam, bencana korupsi,bencana etika,
dan bencana kemiskinan
Ketika banyak orang lupa nilai agama
sibuk mengexpolitasi kekayaan alam semata

orang-orang sibuk menumpuk harta benda
mengexploitasi kekayan bumi tiada tara
tiada peduli dengan akibat yang menimpa
karena hanyut terbuai hawa nafsu semata

S
ementara anak-anak bangsa asik bertikai pemangku negeri nyaris tak bisa melerai
di ujung sana elite politik pecah bercerai berai sehingga semuanya menjadi semakin sangsai

entah kapan masa itu akan tiba
seorang pemimpin yang adil bijaksana
muncul membawa bangsa dan negara
menuju baldatun toyyibatun makmur sentosa
hingga seluruh rakyat menjadi sejahtera
I
ngin rasanya berteriak di hadapan pemimpin itu."wahai pemimpin kami apakah kenaikan harga bbm ini adalah salah satu dariawal terjadinya bencana di negri kita"andai itu benar apa yng kau kerjakan,dan apa yang akan kau lakukan,

Close

32 komentar:

  1. Kagak bisa komentar apa2, karena postnya bikin aq hampir nangis...? :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah inilah yng sdang qta alami sob,,

      Hapus
  2. Ck.. Ck... Ck... sangatlah ironis Keadaan Negeri yang semakin meresahkan ini...
    Sepertinya Negeri ini hampir tak pernah usai dilanda bencana. Baik itu bencana Alam maupun Bencana moral.
    Kita dari dulu memang sudah merindukan dan mengharapkan keadaan Negeri yang membaik, aman dan tentram.
    Tapi entah kapan itu Kita rasakan... akankah hanya Anak cucu Kita nanti??
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yas bnr bngt,,yah smga lekas mmbaik spt yng qta hrapkan,,amin,,

      Hapus
  3. hiks hiks hikss....kata katanya bikin aku terharu.
    Akibat BBM banyak orang2 yang berdemo

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya bnr bngt,,bhkan mpe bnyakkorban jiwa,,

      Hapus
  4. memang sungguh di perihatinkan ya banyak bencana yang menimpa negri ini

    BalasHapus
  5. semua akibat ulah dari manusianya itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mnusia yng blum mndpat syafaat ri allah swt...

      Hapus
  6. astaghfirullah miris sekali melihatnya

    BalasHapus
  7. inilah negeri kita indonesia.......dilanda bencana

    BalasHapus
  8. maka dari itu brotobatlah enkeu manusa bisi kaburu marodyar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mari bertaubat,,heheh kykna itu bhasa mkasar y,,,

      Hapus
  9. Em berkunjung ke blog sahabat sekaligus menunggu post terbaru?

    BalasHapus
  10. Balasan
    1. Heheheheh bang berkunjung nih menunggu post terbaru? :-D Moga diberi keselamtan di dunia nyata :-D

      Hapus
  11. makin ajib aja nih postingannya si masbro,,

    BalasHapus
  12. kayanya sudah tidak ada pemimpin di negri ini. yang ada hanya penguasa.. sungguh meyedihkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaps komentar agan dalem bnge..bner yng ad "penguasa"

      Hapus
  13. saya rasa si setipa negri selalu punya bencana sendri, tapi anehnya di indonesia, bencananya dobel. ya dari alam juga dari manusianya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. heh y smga n jngn smpe terjdi bncana moral...

      Hapus
  14. suatu senja kelak, pasti lahir seorang pemimpin yang menghapus air mata rakyatnya, tidak sekarang namun pasti sebelum maha diktator melirik singgasana kemewahan cendana

    BalasHapus
  15. Mari kita sama-sama berdoa dan memohon kepadaNya, agar segera dimunculkan Pemimpin Besar yang mau dan rela untuk mengerti jeritan hati rakyatnya dan bukan jeritan hati sesama penguasa atau golongannya. Amin.

    BalasHapus
  16. drop capnya fontnya apa mas? :D

    BalasHapus

Dexto Share™ © 2011-2012 Redesain Miftachudin - Didukung Oleh Blogger

Pemberitahuan

Saat Ini Saya Juga Aktif Di Dextozine

Terimakasih